Categories
Parenting

MAU BICARA DENGAN BAYI?

Setiap bayi sejatinya dapat berkomunikasi. Tentu awalnya bukan dengan berkata-kata karena bayi memang belum bisa berbicara melainkan dengan menggunakan bahasa isyarat, entah dengan menggerakkan jari, tubuh, atau anggota badan lainnya. Komunikasi juga dapat dilakukan dengan suara-suara tertentu. Nah, supaya komunikasi antara kita dan bayi nyambung, hal pertama yang harus dipahami adalah jangan kaku saat mengajarkan bahasa isyarat pada bayi. Jadi, orangtua terlebih dahulu harus belajar memahami bahasa isyarat yang sudah dimiliki bayi.

Pasalnya, bayi sebenarnya sudah mempunyai bahasa isyarat sendiri yang terjadi secara almiah, contoh mengucek-ngucek mata jika dia mengantuk. Jika ada hal yang belum terwakilkan dalam bahasa isyaratnya, barulah bayi diajarkan bahasa isyarat untuk itu. Tentu bahasa isyarat yang diajarkan harus sederhana dan mudah. Contoh, saat lapar biasanya bayi berkomunikasi dengan cara menangis, sedangkan menangis sendiri mengandung banyak arti. Karena itu, ajari bayi bahasa isyarat untuk makan. Caranya, arahkan tangan kanan bergerak ke mulut secara berulang-ulang, sebagai bahasa isyarat dirinya ingin makan. Cara mengajarkannya pun harus pakai trik. Tidak bisa kita langsung dudukkan bayi di hadapan kita dan berkata. “Kalau mau makan, begini ya,” sambil memeragakan bahasa isyarat yang dimaksud. Pastilah si kecil akan sulit menerima atau bahkan kita malah dicuekin.

Cara yang tepat, saat dia menangis dan ternyata tangisannya itu bermaksud menyampaikan, “Aku lapar, ingin makan nih, Ma” langsung kita berikan dia materi bahasa isyarat yang mengisyaratkan ingin makan. Bisa juga, saat waktu makan tiba ajarkan, “Kita makan yuk, Nak,” sambil menggunakan bahasa isyarat menggerakkan tangan kanan berulang-ulang ke mulut. Dengan cara seperti itu, bayi akan melihat dan belajar, “Oh, kalau ingin makan, tangan harus digerakkan ke mulut.” Bisa juga diartikan, “Kalau tanganku digerakkan ke mulut seperti itu, aku akan diberi makan oleh Mama.” Perlu diingat, pelajaran bahasa isyarat yang diajarkan jangan terlampau banyak. Cukup ajarkan satu, dua atau tiga bahasa isyarat. Setelah bayi menguasai, barulah ajarkan bahasa isyarat baru. Bentuk bahasa isyarat yang kita berikan pada bayi bebas, tak ada patokan mutlak seperti apa. Yang penting, harus dapat dipahami oleh kedua belah pihak, bayi dan orangtua, juga mudah dilakukan oleh bayi. Sedangkan kapan kita mulai mengajarkan bahasa isyarat, bisa kapan saja. Sejak dini pun tidak mengapa. Karena yang terpenting di sini bukanlah kapan mulai mengajarkannya, melainkan kesabaran, konsistensi, dan kekreatifan orangtua

Leave a Reply

Your email address will not be published.