Mini PC Terbaik di Indonesia

Pada tanggal 25 November 2015, Elitegroup Computer System atau yang lebih dikenal dengan sebutan ECS, meluncurkan jajaran Mini PC terbarunnya yang bertempat di Hotel Pullman Central Park, bilangan Jakarta Barat. Pada kesempatan ini, ECS mengundang awak media dan beberapa partner dealer untuk memperkenalkan produk yang beberapa varian Mini PC terbarunya, sebuah karya seni yang mengubah konsep PC. Mungil adalah kata-kata yang paling tepat untuk menggambarkan sebuah Mini PC.

Tapi mungil saja tidak cukup, oleh karena itu ECS menawarkan kombinasi mungil dan handal pada Mini PC terbarunya. Adalah Liva X2, yang merupakan adik dari Liva X yang sudah lebih dulu meluncur ke pasaran. Liva X2 masih menawarkan bentuk yang mungil namun lebih cantik jika dibandingkan kakak terdahulunya. Desainnya sudah tidak kaku, membulat dengan penataan warna putih dan list perak. Hal yang perlu diperhatikan adalah spesifikasi yang ditawarkan. Liva X2 dibekali dengan prosesor Intel® Braswell SoC, pilihan memory 2GB & 4GB DDR3L, storage eMMC 32G & 64GB. Selain itu Liva X2 juga menyediakan slot ekspansi untuk SSD yang dapat mendukung hingga kapasitas 1TB. Meskipun mungil namun Liva X2 memiliki dukungan port yang tergolong lengkap. 3 buah USB 3.0 menghiasi tampilan mukanya, untuk display port HDMI dan VGA juga tersedia. Dukungan Giga LAN, audio in & out dan mikrofon semakin memperlengkap fitur yang ditawarkan PC mungil ini. Menurut ibu May Chuang selaku Specialist Marketing Department II, mikrofon tersebut disediakan agar memudahkan pengguna untuk berinteraksi dengan Cortana.

Liva X2 tidak datang sendiri, ECS juga mengenalkan dua varian Liva lainnya yaitu Liva One dan Liva Core. Kedua varian ini hadir dengan spesifikasi yang tak kalah canggih, seperti penggunaan prosesor Intel® H110/ B150 pada Liva One sedangkan pada Liva Core menggunakan prosesor Intel® Core™ M-5Y10C SoC. Dengan menawarkan spesifikasi seperti itu, jelas jajaran produk Liva terbaru menawarkan fungsionalitas yang tinggi, Anda dapat menggunakannya untuk kebutuhan pendidikan, kantoran hingga bermain game

Tips Hamil Anak ke 2

Tips Hamil Anak ke 2 – Salam hormat Dokter Judi. Dua tahun lalu saya (29) melakukan operasi pengangkatan janin karena meninggal di usia 7 bulan tanpa sebab pasti. Namun menurut dokter, janin gagal berkembang. Sekarang saya hamil 5 minggu. Tentu saya bahagia namun tak bisa dipungkiri ada perasaan waswas kejadian yang sama bisa terulang. Mohon pencerahan apa yang harus saya perbuat agar kehamilan bisa lancar dan janin tumbuh sehat. Terima kasih atas jawabannya. Diah Mustikasari – Malang

Kematian memang merupakan rahasia Allah SWT. Dari dunia kedokteran, untuk mencari sebab kematian perlu dilakukan autopsi atau bedah mayat. Kematian janin Ibu pada kehamilan tujuh bulan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misal cacat bawaan jantung, gangguan pertumbuhan janin (intra uterine growth restriction), infeksi, simpul mati tali pusat, atau mungkin memang kita belum mampu mengetahuinya. Pemeriksaan plasenta, cairan ketuban, darah janin, atau autopsi dapat membantu mencari sebab kematian. Sejatinya, sebelum kehamilan berikutnya, lakukan pemeriksaan kesehatan secara umum Ibu dan suami (general check­up), atasi penyakit yang diderita agar saat hamil Ibu dalam keadaan optimal. Konsumsi asam folat minimal 1 mg per hari, setop merokok, hindari narkotika, dan makan minum yang sehat.

Selanjutnya lakukan analisis sperma untuk mencari apakah ada kelainan bentuk, jumlah, dan kecepatan gerak sperma suami Ibu. Pemeriksaan perempuan jauh lebih kompleks, dimulai dengan pemeriksaan fisik umum (apakah ada penyakit gondok, jantung, paru, atau ginjal), pemeriksaan hormon kesuburan, pemeriksaan infeksi pada vagina dan saluran kemih (urine), uji Pap smear, USG transvaginal, dan kultur (biakan) kuman dari vagina dan urine. Semua pemeriksaan tersebut dapat dilakukan di rumah sakit tipe A; di Malang dapat dilakukan di RS Pendidikan FK Universitas Brawijaya.

Artikel lainnya : Kursus Bahasa Inggris Jakarta Selatan

Setelah semua hasil pemeriksaan ada, maka dokter kandungan akan merangkum dan menyimpulkan (diagnosis) serta apa rencana penanganan Ibu selanjutnya. Di kehamilan Ibu kali ini, teruslah berkonsultasi dengan dokter kandungan di Divisi Kedokteran Fetomaternal untuk menilai secara dini kehamilan dan apakah ada faktor risiko kematian janin. Pemeriksaan darah Ibu, hormon progesteron, hormon free­beta HCG, darah lengkap, penapisan anemia, GTT dengan beban glukosa 75 gram, infeksi Hepatitis B, HIV, dan penyakit kelamin. Urine lengkap juga perlu diperiksa.

Ada pemeriksaan khusus yang masih sulit dilakukan di Indonesia dan mahal adalah: NIPT untuk mencari kelainan kromosom (Trisomi 13, 18, dan 21), PAPP­A untuk risiko kelainan janin, dan Doppler USG arteri uterina. Pemeriksaan USG transvaginal serial setiap 1–2 minggu pada trimester pertama untuk memantau kecepatan tumbuh janin (CRL) 1 mm/hari, frekuensi dan keteraturan denyut jantung janin, volume cairan ketuban, dan kondisi rahim dan indung telur. Pemeriksaan kehamilan terkini adalah lebih sering pada trimester pertama untuk mencari risiko kehamilan bagi ibu dan janin. Lakukan penapisan (skrining USG) pada kehamilan 11–14 minggu, 20–22 minggu, dan 28–32 minggu sesuai standar POGI (Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia). Jangan lupa untuk selalu berdoa, memohon yang terbaik dari Allah SWT. Terima kasih atas pertanyaannya